AYOPRENEUR.COM

Kinerja Pasar Perkantoran Diperkirakan Tetap Positif di 2015

17 Apr 2015 Hits : 7,668

Pertumbuhan PDB tahun 2014 diperkirakan mencapai rentang bawah proyeksi yang berkisar 5,1% - 5,5%. IHSG mengalami sedikit penurunan sebesar 1,3% pada kuartal terakhir tahun 2014 ini, mencapai 5.156 pada penutupan 19 Desember 2014. Dari sisi nilai tukar mata uang, Rupiah kembali melemah sebesar 4,3% menjadi 12.521 per dolar Amerika, yang diakibatkan menguatnya mata uang dolar Amerika terhadap mata uang global. Tingkat inflasi sepanjang tahun 2014 mencapai 5,8%, melebihi proyeksi BI sebesar 5,5%.

Dua transaksi besar terjadi selama K4, yaitu tersewanya ruang perantoran seluas 6.500 m2 dan 1.760 m2 di gedung Menara Prima 2 di komplek Mega Kuningan oleh perusahaan asuransi/pembiayaan dan pertambangan batu-bara. Secara keseluruhan, selama 2014 permintaan dan transaksi sewa kantor menunjukkan kinerja yang masih positif, sekalipun dalam tingkatan yang lebih rendah oleh karena terbatasnya ketersediaan ruangan di gedung perkantoran eksisting dan minimnya pasokan baru. Kinerja pasar perkantoran diharapkan akan mengalami peningkatan di tahun 2015 dengan masuknya sejumlah besar pasokan baru yang menyediakan kesempatan luas bagi penyewa untuk memenuhi kebutuhan yang tertunda untuk perluasan dan relokasi.

Selama K4 tercatat penyerapan sebesar 21.700 m2, sehingga permintaan kumulatif naik menjadi 4.42 juta m2 pada akhir Desember 2014, atau tumbuh 1.0% YoY. Tingkat hunian naik sebesar 0,9% menjadi 94,5%, yang merupakan tingkat hunian tertinggi semenjak tahun 1990. Total penyerapan selama setahun
penuh 2014 hanya mencapai 42.800 m2, atau 76,0% lebih rendah dibandingkan tahun 2013 dan merupakan tingkat penyerapan terendah sejak tahun 2003.
Tidak ada pasokam baru yang masuk di pasar perkantoran CBD selama kwartal ini. Jumlah pasokan baru selama setahun ini hanya sebesar 31.000 m2 (yang terdiri atas satu gedung: Lippo Kuningan), dan merupakan pasokan baru terendah sejak tahun 20112. Dua proyek (Grand Rubina dan MSIG Tower) yang
sebelumnya dijadwalkan selesai pada kwartal 4, mengalami keterlambatan dan diperkirakan akan masuk pasar pada kwartal 1 2015. Dengan terlambatnya 2 proyek ini dan ditambah lagi akan selesainya sejumlah proyek yang sudah dijadwalkan, maka jumlah pasokan ruang perkantoran baru yang akan masuk pada tahun 2015 sebesar 892.700 m2; yang akan menjadi jumlah pasokan baru terbesar yang pernah tercatat di pasar perkantoran CBD Jakarta.
Harga sewa rata-rata perkantoran CBD masih relatif stabil selama kwartal ini, hanya ada sedikit perubahan yang lebih diakibatkan oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS.

Hingga akhir tahun, harga rata-rata sewa Gross (base rent plus service charge) adalah sebesar Rp.338.700 per m2 per bulan, atau US$27,05 per m2. Beberapa gedung tercatat menaikkan service charge menyusul pengumuman kenaikan harga BBM pada bulan November, dan diperkirakan kenaikan lanjutan akan masih terjadi pada permulaan tahun 2015. Pasar perkantoran strata-title office tampak stagnan selama kwartal terakhir 2014 di mana tak ada transaksi
penjualan besar yang tercatat dan harga jual rata-rata dalam Dollar masih tidak berubah. Harga rata-rata dalam Rupiah mengalami kenaikan yang lebih diakibatkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah. (bn)

KataWarta.COM