AYOPRENEUR.COM

Ciputra: Indonesia Butuh 4,8 Juta Entrepreneur Lagi!

24 Nov 2014 Hits : 3,005

Global Entrepreneurship Week (GEW) 2014 yang digelar serentak di berbagai kota di Ciputra Artpreneur Theater, Jaksel, kemarin (21/11). Rangkaian pekan entrepreneur itu menjadi bagian gerakan yang dilakukan Ir Ciputra di tanah air.

Kegiatan itu menghadirkan puluhan entrepreneur sukses yang berdiskusi di hadapan audiens di ruang theater tersebut. “GEW menjadi perhatian dunia dan digerakkan serentak di belahan dunia termasuk Indonesia. Anak-anak muda, mahasiswa dan pelaku usaha turut berpartisipasi menggerakkan GEW,”terang Pak Ci- sapaan Ciputra.

Dia juga mengatakan jumlah entrepreneur di Indonesia masih di bawah negara-negara Asia. Misalnya, dari Tiongkok dan Jepang yang diperkirakan lebih dari 10% dari total populasinya. Bahkan untuk wilayah Asia Tenggara, entrepreneur di Indonesia masih ketinggalan dari Malaysia dan Singapura.

Padahal ahli sosiologi, David McClelland mengatakan sebuah negara membutuhkan setidaknya 2% entrepreneur dari total populasi untuk mempertahankan pertumbuhan optimal perekonomiannya. “Ini berarti bahwa Indonesia masih membutuhkan setidaknya 4,8 juta entrepreneur lagi. Sementara itu, bisnis yang tercipta di Indonesia di Indonesia kebanyakan termausk kategori mikro dan skala kecil yang memperkerjakan hanya sejumlah orang,”katanya.

Bisnis-bisnis itu kebanyakan gagal berkembang menjadi skala medium atau bahkan menjadi bisnis berskala lebih besar. Salah satu penyebabnya karena pendirinya kurang kreativitas dan inovasi. Masalah ini mengilhami Pak Ci untuk mempromosikan entrepreneurship di Indonesia,

Hal ini termasuk dukungan terhadap acara-acar seperti Global Entrepreneurship Week di tanah air.

Kemajuan negara yang cakap berentrepreneurship tentunya didukung pemerintah, akademisi, bisnis dan organisasi sosial.

“Masih kurangnya koordinasi yang mampu mempersatukan seluruh pemegang kepentingan entrepreneurship di Indonesia, karena itu mari bersama-sama mengupayakan terciptanya ekosistem startup yang lebih matang di Indonesia,”ujarnya.

Ia juga menjelaskan orang-orang Indonesia memiliki kemampuan mendirikan startup. Kendalanya adalah bagaimana menjangkau pasar dunia dengan inovasi-inovasi yang merupakan tantangan terbesar. Karena itu, Ciputra meminta akademisi, komunitas bisnis, dan pemerintah butuh kerjasama untuk menciptakan entrepreneur baru.

Dengan membangun ekosistem yang dapat merangsang pertumbuhan para entrepreneur terutama menjelang diimplementasikannya ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2015. Memahami kebutuhan menjembatani berbagai pemegang kepentingan itu, Ciputra Foundation menggandeng Global Entrepreneurship Program Indonesia.

Sejumlah pihak digandeng untuk terlibat dalam penyelenggaraan event ini, di antaranya Endeavor Indonesia, Startup Lokal, Sinar Foundation, KKMK, Pukat, Perkantas dan freelancer.com.

Sebagai informasi, GEW merupakan perayaan tersebsar dunia yang menghadirkan para inovator dan pencipta lapangan kerja yang telah meluncurkan startup yang membawa ide-ide segar. (Yeri)

BACA JUGA

KataWarta.COM