AYOPRENEUR.COM

Kreativitas Suyanto Sulap Limbah Kaca Jadi Mozaik Indah Beromzet Puluhan Juta

09 Jan 2017 Hits : 1,202

Kerajinan mozaik seni dari daur ulang limbah kaca yang dikembangkan salah seorang warga Dusun Semoyan, Singosaren, Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta ini mampu menembus pasar ekspor ke berbagai negara Asia dan Timur Tengah.

"Karya seni mozaik limbah kaca ini mampu menembus sejumlah pasar di beberapa negara seperti Brunai Darussalam, Timur Tengah, Australia, Jepang, Malaysia dan Thailand," kata perajin seni mozaik limbah kaca bernama Suyanto.

Menurutnya, bisnis daur ulang limbah kaca telah menjadi sebuah peluang usaha menjanjikan yang tidak butuh modal besar.

"Modalnya cukup keberanian untuk memulai dan kretativitas untuk menciptakan karya seni. Serpihan kaca limbah berbagai warna ini dapat dikreasikan dan dipadukan dengan berbagai pola tertentu menjadi berbagai karya seni yang indah dan bernilai ekonomi tinggi," katanya.

Ia mengatakan, berbagai limbah kaca diambilnya dari toko kaca, toko barang bekas, dan tempat sampah. Kemudian ia memotong-motong limba kaca tersebut untuk membentuk suatu pola karya seni yang indah.

"Potongan-potongan kaca kecil-kecil tersebut dirangkai sesuai pola dan gambar yang kita inginkan, dengan menggunakan lem," kata pemilik Surya Citra Mozaik ini.

Suyanto mengatakan, gabungan dari serpihan kaca ini dikreasikan dalam bentuk kotak tisu, mirror, vas bunga, kap lampu, jam dinding, kaligrafi dan banyak lagi pola yang menarik.

"Kita melihat limbah kaca, kan, bahan organik yang nggak bisa busuk, kita inovasi, kita buat produk yang bisa bermanfaat nilai ekonomi dan fungsinya," katanya.

Ia mengatakan, usaha yang dirintisnya sejak 2010 ini terus mengalami permintaan dari tahun ke tahun dengan harga mulai dari Rp10 ribu hingga belasan juta rupiah tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

"Dalam proses pembuatannya memang dibutuhkan konsentrasi dan ketelitian sendiri. Untuk menyelesaikan satu buah karya biasanya membutuhkan waktu minimal tiga hari. Dengan dibantu istri, setiap bulan rata-rata ada 15 karya yang mampu dipasarkan. Omzet rata-rata Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan," katanya. (fb)

KataWarta.COM