AYOPRENEUR.COM

Kisah Sukses Mahasiswa Berbisnis Kursi Malas Beromzet Rp50 Juta/Bulan

30 Nov 2016 Hits : 1,580

Seorang mahasiswa di Bantul, Yogyakarta sukses menggeluti usaha pembuatan kursi malas tanpa kaki yang cocok digunakan bagi anak kos dengan kamar yang tak begitu luas. Dengan label Sende Kursi Malas, dalam sebulan mampu menjual 250 unit dengan omzet Rp50 juta.

Kursi malas buatan Muhamad Iqbal Rasyidi, seorang pemuda di Bantul ini tengah menjadi tren dan digandrungi kalangan mahasiswa di Yogyakarta ,terutama yang tinggal di rumah kos. Selain nyaman digunakan untuk duduk bermalas-malasan, kursi ini dapat diatur kemiringan sandarannya sehingga cukup fleksibel untuk dipakai bekerja di ruang sempit seperti kamar kost.

Beberapa pembantu di rumah pembuatan kursi malas yang berada di dusun Pelemsewu, Sewon Bantul, Yogyakarta ini tengah asyik memotong kain untuk digunakan sebagai bahan pembuatan kursi malas. Di rumah pembuatan kursi malas yang diberi label Sende kursi malas ini, Iqbal, seorang mahasiswa semester 7 di sebuah perguruan tinggi swasta di yogyakarta, beraktivitas dan bekerja bersama beberapa orang tenaga penjahit yang membantunya dalam pembuatan kursi malas.

Setiap bulan Iqbal harus menyiapkan sedikitnya tigaratus unit kursi malas untuk memenuhi pesanan yang datang melalui pesanan on line dan mengirimkannya kepada pemesan mulai dari Aceh sampai Papua. Selain itu Iqbal juga harus memenuhi pesanan dari pengusaha warnet dan cafe di Yogyakarta dan sekitarnya yang memiliki usaha dengan konsep lesehan, karena kursi malas produksinya didisain secara khusus tidak menggunakan kaki dan bisa dilipat sehingga lebih fleksibel karena bisa disimpan di dalam almari jika tidak dipergunakan.

Ide pembuatan kursi malas berlabel sende kursi malas ini berawal saat dia membeli sebuah kursi malas yang terbuat dari rotan, namun baru beberapa kali digunakan, kursi malas tersebut sudah rusak. Dari pengalaman tersebut iqbal berinisiatif untuk membuat kursi malas dengan bahan yang lebih kuat.

Setelah melalui beberapa kali eksperimen dan kegagalan iqbal terus berusaha hingga suatu saat dia berhasil membuat rancangan kursi malas dengan kain yang kuat, busa empuk untuk alas duduk dan kerangka besi sebagai sandaran.

Kini dengan 3 orang karyawan yang membantunya, Iqbal telah mampu memproduksi kursi malas yang mumpuni baik dari segi kenyamanan maupun kekuatannya. Untuk menunjang kekuatran, Iqbal menggunakan kerangka besi penopang kursi yang dilapisi cat dengan sistem powder coating sistem ini diyakini mampu membuat cat tahan terhadap goresan lantai.

Untuk memberikan efek pegas yang maksimal, dirinya menggunakan busa jenis rebounded yang didatangkan dari Tangerang, sedangkan kain berbagai warna sebagai pembungkus busa dan sandaran dibelinya dari sebuah toko yang ada di Yogyakarta.

“Kita mengandalkan media sosial dan penjualan secara on line, meskipun juga menitipkan sample produk kursi malasnya di beberapa toko yang berada di sekitar kawasan kost mahasiswa,” ujarnya seperti dilansir Okezone.com.

walaupun bahan pembuatan kursi malas ini berkualitas dan kuat, namun harga yang dibanderol disesuaikan dengan kantong mahasiswa. Satu unit kursi malas bermerek sende kursi malas ini dijual dengan harga Rp185 ribu per unit warna polos dan Rp250 ribu untuk kain yang bermotif. (as)

KataWarta.COM