AYOPRENEUR.COM

Yuk, Cari Tahu Dimana Pakaian Anda Dibuat

11 Jan 2017 Hits : 1,136

Sebagai penggila fesyen, ada baiknya Anda mengetahui kontribusi para wanita dan pria berbagai ras di dunia atas label mode di balik pakaian yang Anda kenakan.

Sudah bukan rahasia lagi jika kondisi para buruh pembuat busana yang rata-rata mereka yang berada di dunia ketiga seperti Bangladesh, Korea Utara, Tingkok, bahkan Indonesia, tidak memiliki standar yang baik.

Misalnya kejadia yang terjadi pada pulan April tahun 2013, sebuah bangunan pabrik garmen di Bangladesh runtuh dan membunuh 1.000 lebih buruh pabriknya.

Lalu, data yang dilansir dari Independent juga menyebutkan, selama 15 tahun belakangan, sekitar 250.000 petani kapas di India yang bunuh diri lantaran tak dapat mencukupi kehidupan sehari-hari.

Ironisnya, tingginya permintaan masyarakat dan tren fesyen yang bergulir dengan cepat, seharusnya membuat perekonomian para pelaku bisnis dan karyawan di industri mode dari hulu ke hilir semakin membaik.

Bahkan, pada tahun 2013, disebutkan bahwa bisnis fesyen adalah yang bisnis dengan profit tertinggi di dunia.

Lantas mengapa buruh dan petani kapas masih hidup di bawah kemiskinan?

Data terakhir dari Baptist World Aid Australia menemukan,  86 persen label mode tidak menjamin upah yang layak bagi rantai bisnis mereka. Setengah label mode, bahkan tidak tahu keberadaan lokasi pabrik garmen dan mitra produsen busana mereka.

Kondisi na'as dan memprihatinkan para buruh yang bekerja di sektor mode ini memicu sejumlah pihak untuk berkampanye di media sosial dengan hashtag #whomademyclothes (siapa yang buat pakaian saya?). Kampanye ini dimaksud untuk membuat revolusi di industri fesyen.

"Kebanyakan dari publik masih tidak sadar akan adanya eksploitasi manusia dan lingkungan yang menjadi wabah pada semua industri tekstil dan fesyen. Apa yang kita kenakan bisa jadi dibuat dengan cara eksploitasi," ujar Carry Somers, co-founder dari fesyen Revolution.

Kampanye #whomademyclothes diharapkan dapat mendorong merek busana untuk melakukan transparasi terhadap konsumen dan bertanggung jawab terhadap rantai bisnisnya. (independent/kompas/fb)

KataWarta.COM