AYOPRENEUR.COM

Hati-hati, Bekerja Lembur Mengamcam Kesehatan Anda

02 Feb 2017 Hits : 697

Kehidupan modern menuntut kita lebih banyak aktif dan terjaga. Pada 1910, para ahli menyarankan agar setiap orang tidur selama sembilan jam semalam. Sekarang, jam tidur ideal sudah terpangkas menjadi hanya tujuh jam semalam.

Tumpukan pekerjaan membuat kita sering tinggal di kantor lebih lama atau melanjutkan tugas-tugas di rumah. Mungkin kita menganggap menjadi seorang workaholic adalah hal biasa saja karena semua orang pun melakukan hal yang sama. Menurut data, lebih dari enam juta orang Inggris Raya bekerja selama 45 jam setiap pekan. Sementara pegawai di Amerika Serikat menghabiskan waktu untuk bekerja lebih lama, yaitu 47 jam per minggu. Bahkan empat dari 10 pekerja Amerika mengaku bekerja selama 50 jam setiap pekan. Artinya, mereka semua bergulat dengan tugas kantor lebih lama daripada jadwal kerja yang seharusnya hanya dilakukan sejak jam 09.00 hingga pukul 17.00.

Padahal, kerja lembur membuat kita kurang tidur sehingga akan berakibat buruk bagi kesehatan. Hal ini mungkin tidak akan kita rasakan besok atau lusa. Dampak negatif dari ketidakseimbangan kehidupan kerja akan dirasakan pada sepuluh tahun kemudian. Bagaimana hal ini terjadi?

Para peneliti di Universitas Jyvaskyla di Finlandia melakukan studi untuk melihat secara spesifik hubungan antara jam kerja dengan durasi tidur. Mereka mememonitor kualitas kesehatan dari 1527 pebisnis yang lahir antara tahun 1919-1934. Data yang terkumpul sejak 1974 hingga 26 tahun kemudian. Hasil penelitian berjudul usia dan penuaan dipublikasikan di jurnal The British Geriatrics Society. Berikut beberapa poin penelitian yang dikutip dari medicalnewstoday.com.

Bagaimana keseimbangan kehidupan kerja memengaruhi kesehatan di kemudian hari

Alat survei yang digunakan untuk penelitian disebut RAND-36. Mereka menyodorkan 36 pertanyaan yang biasa digunakan tenaga medis untuk mengevaluasi hasil perawatan pada pasien dewasa. Para peneliti bertanya soal jam kerja, waktu tidur dan masalah kesehatan responden yang dilaporkan kepada dokter.

Para peneliti kemudian menetapkan jam kerja normal adalah 50 jam per minggu. Sementara waktu tidur ideal setidaknya 47 jam setiap pekan. Kemudian mereka membuat pola kerja dan tidur dan membaginya menjadi empat kategori: waktu kerja dan tidur normal, kerja lebih lama dan tidur normal, kerja normal dan tidur lebih sedikit, serta kerja lebih lama dan tidur lebih sedikit.

Mereka mendapatkan fakta bahwa pebisnis yang bekerja lebih lama dari seharusnya akan mengalami masalah kesehatan fisik pada usia lanjut. Hal ini bisa terjadi meskipun pekerja tersebut telah mengatur jam tidur dengan baik. Sementara pegawai yang bekerja lembur dengan gaya hidup tidak sehat seperti merokok akan mengalami masalah kesehatan yang lebih parah.

Masalah kesehatan akibat ketidakseimbangan kehidupan kerja

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa orang yang bekerja 55 jam per pekan memiliki 1,3 kali lebih berisiko terkena stroke daripada orang yang bekerja dalam waktu standar. Kekurangan jam tidur juga dapat dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan peningkatan risiko kematian yang disebabkan stroke.

Selain itu, ada pula penelitian yang mengungkapkan fakta bahwa karyawan yang berkerja selama 55 jam sepekan akan mengalami risiko depresi sebanyak 1,66 kali lebih tinggi daripada orang sehat. Mereka juga berisiko merasakan kecemasan 1,74 kali lebih besar daripada orang biasa.

Maka, mulai sekarang Anda harus mengurangi kerja lembur dan melakukan istirahat yang cukup sehingga terhindar dari risiko kesehatan di usia senja. Sebab jadwal kantor yang fleksibel lebih menunjukkan efek positif pada kesehataan dan kesejahteraan pegawai.(vaa/okezone/images:freelancewritinggigs)

KataWarta.COM