AYOPRENEUR.COM

Tips Jitu Berinvestasi di Bursa Saham

20 Dec 2016 Hits : 920

Untuk menjadi investor yang handal di pasar modal, dibutuhkan pengetahuan dan teknik berinvestasi saham yang mumpuni.

Bagi pemula, memang agak menyulitkan memilih saham yang bisa memberikan untung besar mengingat ada 400 lebih saham yang ada di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejumlah analis dan praktisi pasar mengungkapkan, banyak hal yang harus diketahui ketika Anda berinvestasi. Namun hal mendasar yang harus ada di benak adalah, apakah masa depan dari perusahaan ini masih prospektif?

Berikut tips yang bisa digunakan investor dalam memilih saham:

1. Pilih perusahaan yang Anda kenal
Sebaiknya Anda membeli portofolio saham pada perusahaan yang bidang usahanya Anda pahami. Jangan pernah membeli saham yang bidang usahanya dan lokasi pabriknya tidak jelas. Itu sama saja Anda sedang berjudi.

2. Dividen
Perusahaan-perusahaan berfundamental sehat dapt dipastikan akan  memberikan dividen (keuntungan tiap tahun). Pada dasarnya, Investor dapat mengukur besarannya dividen melalui dividen yield, yaitu nilai dividen per saham dibagi harga sahamnya.

Misalkan, perusahaan A membagikan dividen Rp50 per saham, sementara harga saham di pasar adalah Rp1.000. Artinya, imbal hasil dividennya 5%. Semakin besar dividen yield, makin besar keuntungan yang dinikmati investor.

3. Profesional dan transparan
Banyak perusahaan di lantai bursa yang bisa dijadikan rujukan dalam membeli portofolio saham. Setidaknya cari perusahaan yang manajemennya dikelola dengan profesional, transparan, serta tingkat integritas yang tinggi.

4. Laba yang selalu tumbuh
Logika sederhanya, jika perusahaan membukukan penjualan yang meningkat dari tahun ke tahun, maka perusahaan tersebut bisa dikatakan bagus. Hal ini bisa dilihat dari laporan keuangan yang dipublikasikan setiap kurtalan (3 bulan). Meski demikian, sebaiknya perhatikan laporan keuangan perusahaan. Apakah laba diperoleh dari hasil operasional atau karena hal lain seperti penjualan aset. Perusahaan yang memperoleh laba bukan dari operasional cenderung kurang baik.

5. Rasio utang dan nilai buku
Rasio Utang atau Price to Earning Rationya (PER) dapat diartikan sebagai rasio yang menggambarkan bagaimana keuntungan perusahaan atau emiten saham (company's earnings) terhadap harga sahamnya (stock price). Bandingkan dengan PER perusahaan sejenis lainnya yang masih dalam satu industri.

Adapun untuk Nilai Buku atau Price to Book Value (PBV), semakin rendah nilai PBV suatu saham, maka saham tersebut dikategorikan undervalued. Artinya, sangat baik untuk investasi jangka panjang.

6. Return on Asset (RoA) dan Debt to Equity (DER)
Biasanya RoA digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan mencetak laba bersih dengan nilai aset yang dimilikinya.  Semakin besarRoA semakin handal emiten mencetak laba.  

Untuk DER, pilihlah perusahaan yang memiliki DER rendah.  Investor cenderung menghindari perusahaan yang memiliki rasio utang yang terlalu besar, karena perusahaan akan sulit mencetak keuntungan signifikan. Pasalnya jika DER tinggi, maka hasil operasional harus dibagi untuk membayar bunga utang. Perusahaan juga terbebani banyak syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh kreditor.(vaa)

KataWarta.COM