AYOPRENEUR.COM

Womanpreneur Ini Bantu Tuna Wisma Lewat Usaha Nonprofit Lava Mae

19 Dec 2016 Hits : 1,256

Bagi Doniece Sandoval, antara kebersihan dan kehormatan diri memiliki hubungan yang erat, dan dua hal tersebut harus dimiliki oleh setiap orang, termasuk mereka kaum tuna wisma.

Doniece kemudian mengubah ide tersebut menjadi aksi nyata.

Berkat bantuan Google selaku investor awal yang telah mendonasikan lebih dari 800 ribu dollar AS, Doniece telah mengubah bus kota usang San Francisco menjadi sebuah unit kamar mandi umum untuk kaum tuna wisma.

Kemudian, Doniece mengubah ide tersebut menjadi sebuah perusahaan nonprofit yang disebut dengan Lava Mae.

Lava Mae menawarkan sesuatu yang diinginkan oleh para tuna wisma, yaitu ruang privacy dan keamanan.

Konsep awal Lava Mae memiliki enam kamar mandi sebagai kebutuhan kuantitas. Namun kini bus-bus Lava Mae hanya memiliki dua buah kamar mandi, yang salah satu ruangannya memiliki area yang cukup luas untuk bisa diakses oleh mereka yang menggunakan kursi roda.

Usaha nonprofit ini tidak hanya mengedepankan pentingnya kebersihan lewat fasilitas kamar mandi, tetapi juga memberi perhatian lainnya terkait kebersihan lewat pop-up care village.

Pop-up care village tersebut menyediakan layanan gratis berupa potong rambut, pemerikasaan kesehatan gigi, bursa kerja, sampai belanja gratis, dimana tiap tuna wisma boleh mengambil 10 barang donasi yang telah disumbangkan.

Doniece mengatakan, rata-rata ada 300 orang yang berkunjung ke pop-up care village dalam periode waktu 4 jam pembukaannya.

"Sejak memulai Lava Maen, kami telah menerima lebih dari 1.200 permintaan untuk memberikan layanan serupa di seluruh wilayah Amerika Serikat, bahkan dunia," ujarnya.

Berkat usahanya ini, Donice dilirik oleh KIND Foundation dan menerima hadiah sebesar 500 ribu dollar karena mampu "mentransformasi komunitas melalui kebaikan."

"Dengan adanya dukungan dari KIND Foundation, kami akan bisa memberikan bantuan ke berbagai kota dimanapun untuk akses kebersihan bagi para kaum tuna wisma," tambahnya.

"Saya pikir banyak orang yang peduli, tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya untuk menolong," tutupnya. (mashable/fb)

KataWarta.COM