AYOPRENEUR.COM

Otak Kanan, Kreativitas yang Diperlukan Entrepreneur

02 Nov 2013 Hits : 5,876

Di Facebook kemarin saya katakan bahwa saya pernah tinggal kelas di sekolah. Saya pernah dimasukkan ke sekolah-sekolah yang sistemnya menghafal yang membuat saya merasa bosan dan kurang bebas. Akibatnya saya tinggal kelas dan lulus lebih lama, saat lulus ITB pun usia saya sudah akhir 20-an.

Berkaca dari pengalaman itu, saya simpulkan ada dua macam kepandaian: menghafal dan berkreasi. Menghafal memang diperlukan tetapi jangan sampai mendominasi pendidikan anak cucu kita karena akan matikan kreativitas yang ia perlukan dalam menjadi entrepreneur.

Saya berpikir ini berhubungan dengan penelitian-penelitian terbaru tentang otak manusia, yang ternyata terbagi menjadi dua bagian. Saya sendiri pernah membaca bahwa otak kiri berfungsi untuk logika, berorientasi pada detil, berfokus pada fakta, kata-kata dan bahasa, masa kini dan masa lalu, matematika dan sains, pemahaman dan sebagainya. Dan otak kiri juga cenderung mencari pola aman. Sementara otak kanan lebih condong ke menggunakan perasaan berorientasi pada hal pokok/garis besar, berdasar pada imajinasi, simbol dan gambar, masa kini dan masa depan, filosofi dan agama, berwawasan pada tata ruang (spatial perception), berdasarkan pada imajinasi/fantasi, dan yang terpenting ialah mengambil risiko.

Setelah membaca karakteristik itu, bisa kita ketahui bersama bahwa otak kanan adalah bagian otak yang diperlukan oleh seorang entrepreneur untuk berhasil, tanpa mengabaikan perkembangan otak kiri tentunya. Masalahnya sistem pendidikan kita selama ini, dari dulu sejak saya sekolah hingga sekarang pun nyatanya masih berat sebelah. Otak kiri lebih dididik sementara otak kanan agak terabaikan.

Keprihatinan inilah yang membuat saya berinisiatif untuk mendirikan dan mendukung sekolah-sekolah entrepreneurial di berbagai proyek saya, dan beberapa universitas seperti UCEC, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Tarumanegara yang menerapkan kurikulum entrepreneurship.

Saya mengajak Anda semua untuk lebih menengok bagaimana pendidikan kita sekarang. Apakah sudah kondusif untuk tumbuhnya entrepreneur baru dari generasi berikutnya atau belum. Karena jika belum, kita harus terus berupaya keras untuk mewujudkannya.

Salam entrepreneurship!

 

BACA JUGA

KataWarta.COM