AYOPRENEUR.COM

Meningkatkan Kualitas Brand Anda Dengan User Experience

29 May 2016 Hits : 1,737

Di era digital ini, apabila bisnismu ingin lebih dikenal oleh masyarakat luas, maka kamu harus go online. Lalu, bagaimana cara untuk memastikan website-mu menarik perhatian pelanggan? Salah satu jawabannya ialah dengan kemudahan dalam menggunakan website tersebut, serta perpaduan yang menarik antara logo, warna, fitur, dan grafis yang dapat menciptakan kesan emosional kuat pada pelanggan sehingga mereka mau membeli produk/servis yang kamu tawarkan.

Apa itu UI/UX?

User Interface (UI) merupakan bentuk presentasi dari sebuah website yang mampu menciptakan sensasi maupun reaksi bagi pelanggan. Tombol, layar, gambar, dan suara merupakan bentuk dari UI. Dapat dikatakan, UI adalah bentuk tampilan.

User Experience (UX) adalah proses pengembangan dan peningkatan kualitas interaksi antara pengguna dan sistem komputer. Secara singkat, UX berkaitan dengan perasaan pengguna saat menggunakan website atau app-mu. Apakah semua tombol berfungsi dengan baik? Mudah dan efisien bagi pengguna?

Bayangkan jika saat kita mengakses sebuah website, lalu terdapat beberapa tombol yang tidak bekerja saat diklik. Hal ini secara otomatis akan menimbulkan kesan tidak profesional dan tidak menyenangkan bagi pengguna, semenarik apapun tampilan website-nya. Oleh sebab itu, desain UI/UX sangatlah penting bagi sebuah bisnis online.

 
Manfaat UI/UX bagi Bisnis Online-mu?
Meningkatkan Kualitas Brand

Sebuah user experience yang baik dapat dilihat ketika pelanggan mempunyai keinginan untuk selalu kembali website atau app-mu dan membeli produk yang kamu tawarkan. Fitur yang mudah digunakan, simpel, dan efisien akan menumbuhkan rasa nyaman terhadap pengguna website atau app. Dengan begitu, pengguna akan "betah" berlama-lama menggunakan produk, kembali menggunakan, bahkan memberi rekomendasi kepada orang lain. Lebih banyak pengguna yang setia, maka akan semakin tinggi kualitas brand-mu.
Meningkatkan Penjualan

UI/UX harus mampu memastikan bahwa website atau app mudah digunakan dan mudah dipahami. Desainer harus selalu memposisikan diri sebagai pengguna yang memiliki kemampuan standar dalam pengoperasiannya.  

Desain UI yang menarik akan membuat pengguna bertahan lama di website-mu sehingga kemungkinan untuk mereka daftar ke newsletter atau melakukan pembelian akan lebih besar juga. Desain yang jelas, elegan, dan simpel pada umumnya mampu memudahkan pengguna hingga semakin besar kesempatan untuk mengkonversi mereka dari pengunjung menjadi pembeli produk.

Sebuah portal belanja di 7 negara Asia Tenggara, iprice group, mengalami peningkatan traffic di Indonesia hingga 224% dan peningkatan total revenue lebih dari 100% dalam 8 bulan. Salah satu strategi mereka ialah selalu mengevaluasi desain UI/UX.
Mendapatkan Investor

Mendapatkan investor bisa dikatakan penting sejak tahap awal berdirinya startup hingga proses pengembangannya. Tanpa kucuran dana dari investor, umumnya startup hanya berhenti menjadi ide di kepala seseorang atau harus gulung tikar karena kehabisan biaya operasional.

Menurut pendiri UXPin, Marcin Treder, lebih dari 80 investor di Sillicon Valley sangat tertarik dengan produk desain dari startup. Ide bagus yang dikemas dengan tidak apik kemungkinan akan gagal menarik perhatian pengguna. Ini karena persaingan dalam bisnis semakin ketat.

 
Pelajari dasar UI/UX di CGI

Sejalan dengan misinya, GEPI mengadakan kelas-kelas yang dapat mendukung startup tahap awal belajar berbagai skill dasar yang diperlukan untuk pengembangan startup. Selain kelas pemrograman dasar, Ciputra GEPI Incubator (CGI) kini mengadakan dua kelas baru, yaitu UI/UX Class dan Augmented Reality (AR) Class. Ayo gabung di batch pertama (28 Mei-19 Juni) kelas UI/UX dan kelas AR dan dapatkan pengetahuan dasar mengenai kedua hal tersebut! (bn/GEPI.com/erwina salsabila)

KataWarta.COM