AYOPRENEUR.COM

Kisah Ela, Mahasiswi yang Sukses Berbisnis Susu Kambing

28 Feb 2017 Hits : 1,663

Para mahasiswa yang berada di daerah nampaknya bisa mencontoh mahasiswi ini dalam mengembangkan wirausaha. Ela, salah seorang mahasiswi dan abangnya yang bermukim di Jalan Pahlawan no17 Kota Pekanbaru, kini lebih memilih memelihara kambing untuk jadi usaha susu segar, ketimbang bekerja menjadi buruh karena bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp350.000 perhari.

"Saya sambil kuliah berdagang susu segar, abang yang memelihara kambingnya," kata Ela, mahasiswi salah satu universitas Pekanbaru.

Ela menjelaskan menggeluti usaha produk susu segar sangat dari kambing berpotensi dan menguntungkan di Pekanbaru, karena masih sangat jarang yang terjun di bisnis ini.

"Selama ini susu segar kambing didatangkan dari Payakumbuh," terang dia.

Sementara permintaan akan susu segar kambing sangat banyak, harga jualnya juga jauh lebih bagus dari susu sapi.

"Susu segar kambing dijual Rp70.000 per liter sementara susu sapi hanya Rp20.000 per liter," terang Ela.

Ia mengakui tiap hari melakukan pengolahan sederhana terhadap susu kambing hasil perahan sang abang.

"Prosesnya masih manual, kami memerah pakai tangan," terang dia.

Dengan menerapkan pola sterilisasi terlebih dahulu terhadap puting kambing, pemerahan susu dilakukan tiap pagi oleh abangnya. Setelah ditampung pada tabung steril, Ela melakukan proses penyaringan dan pengemasan ke dalam botol khusus yang sudah diberi label Susu Kambing Hasya.

Ela mengaku kini abangnya memelihara 30 ekor kambing betina yang khusus untuk menghasilkan susu segar.

Tiap harinya, usaha ini mampu menghasilkan lima liter susu kambing segar. Dengan harga jual per liter Rp70.000, sementara untuk kemasan botol 340 mililiter dihargai Rp25.000.

Untuk proses pemasaran, ia mengatakan tidak menghadapi kesulitan karena sudah dikenal. Selain melayani penjualan untuk kemasan botol yang dihargai Rp25.000 per botol, ia juga menerima pesanan untuk Jumlah besar.

"Kami juga melayani permintaan untuk kefir," tegasnya.

Ia menjamin susu kambing segar produksinya tidak dicampur apapun, baik perasa maupun pengawet, apalagi dioplos.

"Kami menyediakan susu segar kambing dalam dua sajian dingin dan beku. Kalau yang cair tahan dua hari di kulkas, sementara jika beku tahan sebulan," tegasnya.

Ditanya upaya menyajikan dalam bentuk kefir atau susu yang sudah difermentasi, Ela menambahkan, pihaknya sejauh ini belum berniat untuk kearah sana.

Apalagi modal untuk menjadikannya kefir sangat mahal sementara masyarakat Pekanbaru lebih meminati dalam bentuk orisinal atau segar.

"Sepertinya lebih banyak yang membutuhkan susu segar," katanya menambahkan. (as)

KataWarta.COM