AYOPRENEUR.COM

Fleksibilitas Waktu Jadi Alasan Utama Novi Veriana Berbisnis

27 Feb 2017 Hits : 1,359

Rutinitas bekerja kantoran setiap hari dan selalu mengikuti jadwal yang sudah ada, membuat Novi Veriana Soekirman akhirnya memilih pekerjaan dengan waktu yang lebih fleksibel.

Lima tahun lalu, Novi merupakan pegawai kantoran di perusahaan asing. Rutinitas dan padatnya pekerjaan di perusahaan forwarding, membuatnya ingin bekerja dengan jam yang fleksibel. Sebab, ia ingin memiliki waktu lebih untuk anak-anaknya.

Peralihannya dari bekerja menjadi pegawai hingga memulai bisnis sendiri memiliki cerita tak terlupakan. Ketika itu, ada kendala berupa aturan mengekspor barang yang membuatnya berinisiatif mengganti kerugian konsumen dengan tabungan pribadi.

Novi bersikeras menggunakan uangnya meski atasan pada saat itu melarangnya melakukan hal tersebut. Setelah bekerja kurang lebih 17 tahun di perusahaan ekspor-impor, akhirnya ia memberanikan diri untuk memulai bisnis sendiri di bidang yang sama. “Pertama kali memulai, saya berkantor di rumah dengan meminjam modal secukupnya. Pemikiran saya pada waktu itu, seandainya bisnis ini gagal, saya akan kembali melamar pekerjaan di perusahaan forwarding. Akhirnya setelah berjalan enam bulan, saya mulai memiliki konsumen yang loyal dan mereka mendorong saya untuk memiliki kantor (bukan di rumah),” ujar wanita kelahiran Purworejo tersebut.

Dengan menjalani bisnis sendiri, meski ketika sedang banyak-banyaknya pekerjaan yang menuntut untuk bekerja pada akhir pekan, Novi mengaku lebih menikmatinya. Sebab, ia memiliki jadwal sangat fleksibel dan bisa diatur sendiri.

“Kalau sedang tidak banyak pekerjaan, dalam weekdays saya bisa tidak berangkat ke kantor, seharian di rumah, mengantar dan menjemput anak-anak sekolah. Jadi lebih banyak waktu untuk mereka,” ungkapnya seperti dilansir suaramerdeka.com.

Pada Februari 2015, Novi resmi membuka kantornya di Hotel Horison Semarang, dengan nama PT Jahroo Indonesia Transport.

“Waktu itu kantor saya hanya berukuran 4 x 4 meter, dengan dua orang pegawai,” kenangnya.

Ruangan tersebut menjadi terlalu sempit ketika ia menambah jumlah pegawai. Karena membutuhkan ruang lebih luas, pada Februari 2016 kantornya pindah ke gedung Kompas Semarang, yang masih beroperasi hingga sekarang.

Menurutnya, kantornya unik karena teman-temannya kerap datang hanya untuk mampir atau mengobrol. Kantor yang seluruh interiornya ia desain sendiri itu, terasa berada di rumah bagi teman-temannya, sehingga betah duduk lama. “Saya menganggap kantor saya bukan tempat yang konvensional atau kaku, jadi siapa pun boleh main ke sini selama nggak mengganggu pekerjaan,” paparnya. (as)

KataWarta.COM