AYOPRENEUR.COM

Mengintip Seluk-Beluk Bisnis Jual-Beli Rambut Orang-Orang Terkenal

14 Mar 2017 Hits : 1,378

Akhir Juni 2016 kemarin, enam bulan setelah David Bowie meninggal dunia, seikat rambut miliknya dijual di internet. Rambut tersebut digunting langsung dari kepala Bowie dan diambil oleh pembuat wig ketika sang legenda akan diabadikan dalam museum lilin Madame Tussauds di London, Inggris.

"Saat saya bekerja di sana, kepala studio Madame Tussaud merupakan pemahat berbakat Ian Hanson, dan kepala departemennya merupakan pembuat wig inovatif Ray Marston. Mereka berdua tahu kalau saya merupakan penggemar Bowie dan dengan berbaik hati memberikan saya seikat rambutnya saat ia berkunjung di tahun 1983," tulis sang pemilik rambut Wendy Farrier.

Saat dijual, rambut berwarna pirang pucat yang diikat dengan pita biru tersebut laku seharga 18 ribu dollar AS atau setara dengan 285 juta rupiah.

Bisnis jual beli rambut para selebriti yang sudah meninggal ternyata mewabah di internet dengan harga yang fantastis.

Sebagai contoh, seiikat rambut milik mantan presiden AS John F. Kennedy laku dijual seharga 4.160 dollar AS di tahun 2011. Rambut milik sang raja pop Michael Jackson yang diambil dari saluran air juga laku di tahun yang sama dengan harga 10.871 dollar AS. Harga rambut termahal yang pernah dilelang dipegang oleh Che Guavara, saat di tahun 2007 seiikat rambutnya terjual seharga 119 ribu dollar AS atau setara dengan 1,5 miliar rupiah.

Bagi Anda yang bertanya, mengapa rambut-rambut tersebut bisa laku dengan harga yang sangat mahal?

Menurut Adrian Roose dari JustCollecting.com, sebuah komunitas online untuk para kolektor di mana mereka bisa jual, beli, mengunggah, dan mengatur koleksi mereka, membeli rambut selebriti merupakan perpanjangan dari tradisi aneh yang dimulai pada abad ke-19.

"Itu dimulai di masa Victoria, kala itu mengoleksi rambut tokoh terkenal merupakan hal yang normal, sama dengan kita mengoleksi tanda tangan di masa sekarang," kata Roose.

"Kurator dari Smithsonian National Museum of American History, Harry Rubenstein, mengatakan, 'Lebih dari sekedar tanda tangan, (mengoleksi rambut) merupakan sebuah tanda cinta kasih," tambahnya.

Dari sudut pandang sejarah, mengoleksi rambut juga membantu memecahkan misteri.

Menurut Roose, para sejarawan tahu mengenai banyak hal berkat rambut, seperti Thomas Jefferson yang diketahui memiliki anak dari salah satu budaknya dan Beethoven menderita racun dari timah.

Berkat internet, rambut orang-orang yang mati jadi lebih mudah didapatkan. Sebelumnya, para kolektor harus mendatangi sebuah lelang secara langsung. Sekarang, mereka bisa mendapatkan sehelai rambut idolanya dari dalam rumah dengan harga yang sangat mahal.

Tambahan dari Roose, orang-orang tidak hanya tertarik membeli rambut orang yang sudah mati bukan karena mereka tahu rambut tersebut milik siapa, tapi karena rambut merupakan salah satu benda yang memiliki kaitan secara langsung dan sangat personal dengan orang tersebut.

Tidak hanya rambut para seleb atau orang terkenal yang sudah mati, rambut mereka yang masih hidup juga sudah dilirik. Sebut saja rambut Justin Bieber yang terjual seharga 44 ribu dollar AS. (businessinsider/fb)

KataWarta.COM