AYOPRENEUR.COM

Alasan Mengapa Yahoo Bangkrut dan Dijual ke Verizon

10 Jan 2017 Hits : 1,738

Yahoo sempat berhasil mencetak masa emas, menjadi salah satu situs yang amat sangat terkenal hingga awal tahun 2000-an baik dalam penggunaan email, berita online, hingga mesin pencarian. Pada saat itu, perusahaan yang didirikan oleh seorang lulusan Stanford University, Jerry Yang pada tahun 1994, merupakan satu-satunya situs yang menggabungkan pemberitaan dan layanan lainnya dalam satu situs.

"Itu adalah satu-satunya situs yang menyatukan berita dan layanan lainnya bagi pengguna yang saat itu masih belum ahli menjelajahi internet," ujar founder of Arete Research Richard Kramer seperti yang dikutip oleh BBC, Kamis (7/1/2015).

Namun, saat ini nasib Yahoo tengah di ujung tanduk. Pasalnya, nilai penjualan Yahoo mengalami penurunan hingga mencapai USD7,2 sejak tahun 2008 lalu.

Pada 2015, nilai penjualan Yahoo juga mengalami penurunan hingga mencapai USD4,6. Penurunan nilai penjualan dari Yahoo ini juga telah gagal diantisipasi oleh pejabat eksekutif perusahaan.

Bahkan, menurut laporan Reuters, para investor telah menyerukan agar Yahoo akan segera dijual menyusul jatuhnya harga saham Yahoo di pasar saham. Tak hanya itu, beberapa pengamat bahkan mengatakan bahwa keadaan ini juga akan berujung pada pemecatan Kepala Eksekutif Perusahaan Marissa Mayer hingga kebangkrutan Yahoo.

Menurut Kramer, Penurunan nilai penjualan ini disebabkan karena berkembangnya Google dan berbagai aplikasi media sosial lainnya yang sangat mendominasi pasar iklan. Sehingga, pendapatan Yahoo yang sebagian besar berasal dari iklan mengalami penurunan pesat.

"Untuk mendapatkan iklan, Yahoo telah disusul oleh rivalnya seperti Gmail dan Hotmail. Selain itu, juga terdapat aplikasi messaging seperti Whatsapp dan WeChat. Berita agregasi juga telah terdapat pada laman Facebook dan Twitter," jelasnya.

Untuk itu, Yahoo memerlukan pembaharuan untuk mengubah keadaan perusahaan. Sebab, sejak kepala eksekutif Yang mengundurkan diri pada Desember 2008 lalu dan PHK sebanyak 7 persen sebulan setelahnya, Yahoo semakin terpuruk hingga saat ini. Yahoo Inc berencana menjual sekira 3.000 hak paten mereka, termasuk teknologi mesin pencarian (search engine) yang mereka miliki. Dengan penjualan ini, diperkirakan mereka akan mendapatkan dana segar mencapai USD1 miliar.

Guna memuluskan penjualan ini, Yahoo menunjuk Investment bank Black Stone IP untuk menangani sell-off dari portofolio paten mereka, yang mencakup kekayaan intelektual yang telah dibuat sejak 1996. Yahoo menegaskan bahwa mereka akan menjual 3.000 hak paten. Sebuah sumber mengatakan kesepakatan ini akan terjadi pertengahan Juni.

Laporan itu muncul sehari setelah batas waktu putaran kedua yang diberikan untuk bisnis inti internet Yahoo. WSJ melaporkan bahwa Verizon telah menempatkan tawaran USD3 miliar untuk bisnis inti Yahoo, yang meliputi layanan mesin pencari dan email-nya.

Perkiraan nilai bisnis inti Yahoo bervariasi, tergantung pada siapa Anda bertanya. Analis Wall Street menaksir, valuasi dari bisnis tersebut berada di kisaran USD4 miliar-USD8 miliar, tapi angka tersebut bisa didapat jika Yahoo memasukkan bisnis real-estate dan perizinan kesepakatan dalam penawarannya.

Sebagai gambaran, Yahoo telah membuat kesepakatan dengan Yahoo Jepang untuk akan memberikan mereka uang cash USD100 juta setiap tahunnya.

Sementara analis SunTrust, Bob Peck, menulis dalam sebuah laporan bahwa paten IP Yahoo bernilai setidaknya USD1,5 miliar, sementara laporan terbaru ari New York Post mengatakan IP Yahoo bisa bernilai USD4 miliar secara keseluruhan.

Ada sejumlah perusahaan dilaporkan tertarik untuk membeli bisnis inti Yahoo, termasuk Verizon, AT&T, dan sejumlah perusahaan ekuitas swasta.

 

KataWarta.COM