AYOPRENEUR.COM

Ralph Steinman, Peraih Nobel Kesehatan 2011

05 Oct 2011 Hits : 1,461

Penghargaan prestasi seumur hidup datang terlalu telat bagi Ralph Steinman, yang dianugerahi Hadiah Nobel Kesehatan atas penemuannya dalam sistem kekebalan.

Ketika hadiah bergengsi itu diumumkan, pria berkebangsaan Kanada itu sudah terlebih dahulu dipanggil menghadap Yang Kuasa. Dia pun tidak bisa menerimanya. Tapi, Steinman juga telah membuktikan pentingnya riset yang membawanya mendapatkan Hadiah Nobel Kesehatan itu dengan cara paling pribadi.

Dia menggunakan penemuannya itu untuk memerangi kanker pankreas yang dideritanya dan membuatnya meninggal hanya beberapa hari sebelum penghargaan itu diumumkan.

Di masa depan, jutaan orang di seluruh dunia tampaknya akan memanfaatkan penemuan ilmuwan itu dan dua rekannya yang juga mendapatkan Hadiah Nobel Kesehatan bersamanya–Bruce Beutler dari Amerika Serikat (AS) dan Jules Hoffmann dari Prancis–atas penelitian terhadap sistem kekebalan tubuh yang sangat kompleks.

Steinman, meninggal dunia 30 September pada usia 68 tahun setelah didiagnosa menderita kanker pankreas empat tahun lalu. Dia mempertahankan hidupnya dengan perawatan dari desain penemuannya sendiri, dengan menggunakan sel dendritik yang dia temukan pada 1973.

Sekadar informasi, pada 1970 Steinmann mulai bekerja di Universitas Rockefeller dan diangkat menjadi direktur Christopher Browne Center for Immunology and Immune Diseases pada 1998. Dia dan rekannya, Zanvil Cohn, menemukan sel tipe baru yang disebut sel dendritik pada 1973.

Saat itu Steinman berspekulasi bahwa penemuannya itu akan menjadi penting dalam sistem kekebalan manusia dan melakukan uji coba apakah sel dendritik bisa mengaktifkan sel T, tipe sel yang memiliki peran penting dalam kekebalan adaptatif. ”Penemuan ini awalnya dipandang skeptis, tapi penelitian Steinman menunjukkan bahwa sel dendritik memiliki kapasitas unik untuk mengaktivasi sel T,” papar komisi Nobel.

Steinman menerima banyak penghargaan sepanjang hidupnya, termasuk Lasker Award for Basic Medical Research pada 2007 dan Albany Medical Center Prize in Medicine and Biomedical Research pada 2009 yang dia raih bersama Beutler. (*/Koran Sindo)
BACA JUGA

KataWarta.COM